Senin, 16 Desember 2013

Lembur? No Way!

Indonesia sedang berduka :(
Telah kehilangan salah satu teman yang bekerja di agen periklanan karena kecapean lembur selama 30 jam, setelah mengkonsumsi minuman suplemen untuk menjaga kebugaran tubuhnya :'(


Memang kematian itu misteri Tuhan, tetapi perlu diketahui sebaiknya kita mengenal dan menjaga tubuh sendiri. Ada alarm-alarm tubuh yang engga boleh kita abaikan, itu tandanya emang tubuh kita bener-bener butuh istirahat. Emang mincil bukan ahli kesehatan sih :P. 
Tubuh itu sama dengan otak kita, ga bisa diforsir terus menerus, ada saatnya bekerja keras, bekerja ringan, dan istirahat. Ada kalanya tubuh juga harus diajak berolahraga agar semakin bugar, kalau kita malas ya tinggal tunggu aja waktunya untuk ambruk *naudzubillah :3
Sesibuk apapun kita, istirahat tetap harus menjadi prioritas. Apapun bentuknya, tubuh selalu butuh waktu untuk memulihkan energi. Tidur menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi yang tidak ingin tumbang karena terlalu sibuk bekerja. Tidur bukanlah ritual, lantaran tidur merupakan kebutuhan manusia. Pada saat tidur, organ-organ tubuh manusia akan rileks. Dengan tidak melakukan pekerjaan, maka manusia memiliki waktu untuk mengistirahatkan tubuhnya. Mesin saja bisa rusak jika bekerja terus-menerus, apalagi tubuh manusia.

Bagaimana kalau tidur dirapel?
Saat tidur hari ini kurang, bisakah dirapel di keesokan harinya? Menurut dr Rima, hal itu sama sekali tidak membawa pengaruh. Kebiasaan menunda jam tidur akan memperburuk insomnia. "Dalam penelitian hanya disebutkan kurang tidur bisa menyebabkan kematian. Jadi tidur itu penting, bukan hanya makan, olahraga, dan kebutuhan cairan. Tidur juga penting buat kesehatan," kata dr Rima memperingatkan.

Jadi yuk istirahat yang cukup :)


Minggu, 15 Desember 2013

Let's start MONey DAY :D

Setelah rehat sejenak selama akhir pekan, hari Senin pun kembali datang dengan barisan tugas yang belum sempat diselesaikan minggu lalu. Memang tidak menyenangkan, tetapi apakah dengan mengeluh semua tugas tersebut selesai dengan sendirinya? Tentu tidak!
Kadang kala memulai aktivitas di Senin pagi bisa jadi merupakan momen menyebalkan, rasanya mata masih ingin terus terpejam dan meneruskan mimpi yang terputus bersamaan dengan berderingnya bunyi alarm.
Apa daya, rangkaian rutinitas telah menanti dan mau tidak mau harus dijalankan. Anda tidak punya pilihan lain kecuali memompa semangat untuk memenuhi seluruh tanggung jawab dengan tuntas dan berkualitas.
Maka dari itu, segera tepis rasa malas dengan beberapa langkah sederhana berikut ini:

                                                      
Kenakan busana warna terang
Warna cerah dipercaya mampu membangkitkan semangat, paling tidak dapat “memanipulasi” aura malas menjadi tampilan yang sarat daya pikat. Seperti yang dikutip dari Stylist bahwa warna-warna terang seperti merah dan oranye mencerminkan pribadi yang kuat dan berkuasa. Selain itu, juga mengindikasikan seseorang yang ingin menjadi pusat perhatian, bahkan sejumlah penelitian mengungkap warna merah bukan hanya dapat menarik perhatian, tapi juga dapat membuat mereka yang mengenakannya merasa lebih percaya diri.



Menikmati sarapan favorit
Apa makanan favorit Anda? Sekarang, biasakanlah untuk menghidangkan makanan favorit tersebut pada Senin pagi. Dari sejumlah makanan favorit Anda, pilihlah yang paling sederhana proses penyajiannya. Sebaliknya, jangan coba-coba mengolah makanan yang proses pembuatannya sulit dan memakan waktu. Alih-alih bertambah semangat, yang terjadi malah mood kian memburuk.




Dengarkan radio dalam perjalanan menuju kantor
Sebuah studi yang dilakukan oleh The Media and The Mood of The Nation merekrut 1.000 partisipan untuk meneliti dampak emosional dari perkembangan platform media yang terus berinovasi tanpa batas. Hasilnya adalah mereka yang rutin menonton televisi, menggunakan internet, dan mendengarkan radio merasa lebih berpengetahuan. Ternyata kondisi ini membuat mereka lebih bahagia dan bersemangat.
Seperti yang dikutip dari Daily Mail, penelitian tersebut menyimpulkan bahwa dibandingkan tontonan televisi dan pemberitaan yang tersebar di internet, ternyata para partisipan mengaku kalau radio memberikan rasa bahagia yang lebih mendalam. Alasannya, karena mereka bisa memilih saluran radio yang memuat lagu serta rangkaian informasi sesuai dengan usia dan gaya hidup yang mereka jalani. Misalnya, yang masih berusia muda dapat memilih saluran radio khusus lagu-lagu top 40, sedangkan mereka yang berusia matang cenderung memilih saluran radio yang banyak memutar tembang-tembang kenangan.
Kesimpulannya, dengan menikmati alunan lagu-lagu dan obrolan di radio saat perjalanan menuju kantor, beban pikiran mereka terasa lebih ringan dan hati pun lebih bahagia. 

Bagaimana MONey DAY kalian? :D

Minggu, 24 November 2013

Kebahagiaan itu (tidak) identik dengan nyaman

Judul di atas itu dilontarkan berkali-kali oleh pak bos. Saya sama sekali belum ngeh maksudnya gimana, lebih tepatnya ga setuju sih :P.
Tapi kali ini mincil harus bilang setuju kalau pernyataan itu BENAR. Kenapa? Mincil cerita panjang dulu yaaa (tarik napassss...). Seminggu yang lalu mincil outbound (body rafting) ke daerah cijulang namanya Green Canyon. Pertama diajakin sih pasti bisa mincil taklukin lah, ane kan pinter renang #sokbanget. Pas mau hari H, hujan terus mengguyur nih sampe deg2an bakal jadi ga ya :s, dan mincil masih tenang-tenang aja justru malah ketawain ulah bapak-bapak yang bingung bagaimana cara menyelamatkan diri karena rata-rata ga bisa renang (poor youu..ups) #peace :p
Tapi sesampainya disana, wah pake ada drama dibatalin lagi karena cuaca buruk, ya udahlah pasrah seketika di TKP. Esoknya si pemandu memberi kabar gembira kalau bisa digunakan body rafting, horeeeeeee ^.^/
Ternyata setelah cekidot tkp, aduh ampun deh kemakan omongan sendiri, arusnya deres banget uda termasuk arus liar. Sesuai dengan namanya body rafting, jadi ceritanya mincil hanyut karena badan yang ga berbanding lurus dengan arus :'|. Sakit semua?IYA! Tapi jujur mincil bahagia banget karena menantang adrenaline, jadi setelah dipikir-pikir memang bener "kebahagiaan itu identik dengan nyaman".

Contoh yang lain lagi itu ketika mincil dicurhatin sama orang yang bertepuk sebelah tangan *auhh.. Jadi ketika kita sayang sama orang terus ternyata orang itu bahagia sama orang lain, nyaman ga? YA ENGGA! Ya seperti itulah gambarannya, semua punya pilihan jalannya sendiri, kebanyakan orang-orang pilih aman di zona nyamannya sendiri, kalau kamu?

Rabu, 20 November 2013

Keep Positive


Akhir-akhir ini mincil lagi dalam kondisi yang demotivasi banget. Maunya dipendam tapi ga bisa, share ke sahabat-sahabat terdekat pun ga menyelesaikan masalah meskipun ada perasaan sedikit lega.
Dan di tengah ke-betean ini harus mempertahankan sikap baik dan manis, minimal tidak menuruti emosi jiwa yang bisa berakhir ‘bencana’, sementara ‘dunia’ menuntut selalu dalam kondisi ‘up’.
Banyaknya pekerjaan memang sedikit menolong ketika dalam keadaan seperti ini, karena pikiran mincil uda terkuras habis buat kerjaan (*curcol) :P. Jadi pada saat seperti ini semangat mincil berkobar-kobar kala mentor memberi beberapa kerjaan (*mulai lebay) :'D
Salah satu yang banyak ‘menyelamatkan’ mincil dari pikiran negatif adalah lingkungan. Untungnya mincil banyak bertemu positive people. Tim kerja saya supportive. Mincil sendiri sebisa mungkin  memang menghindari negative people, seperti penggosip dan pengeluh kesah.  Mincil yakin,  kebaikan dan keresahan itu gampang menular. So ketimbang tertular virus 'jahat' saya tentu lebih memiih tertular virus 'baik'.  Mincil yakin kalian pun begitu, keep positive yak :*




Senin, 11 November 2013

Ternyata alasan resign itu (bukan) gaji

Seorang teman saya baru saja resign dari pekerjaannya. Saya tanya kenapa dia keluar, karena setahu saya ia suka dengan bidang pekerjaan itu. “Enggak tahan gue. Gaulnya enggak asyik.” Saya masih mengejarnya dengan pertanyaan lanjutan. “Cuma karena itu?” Sambil mendelik dia menjawab dengan nada nyolot. “Please deh. Satu alasan itu aja bagi gue udah lebih dari cukup.” 


Sekilas mincil kaget, cuma menganga mendengarkan cerita temen. Terlintas pikiran "padahal gaji lumayan cuma gara-gara temen jadi resign?Aneh". 

Setelah merenung, berpikir lama dan flashback kejadian-kejadian mincil keluar masuk perusahaan. Ternyata pertemanan itu penting, termasuk dalam bekerja. Mungkin kita lebih banyak bergaul dengan teman kantor ketimbang bertemu saudara, teman sekolah, apalagi tetangga. Dan itu berpengaruh terhadap kinerja di perusahaan, entah itu berdampak kecil ataupun berdampak besar. 
Kadang kita males berurusan dengan teman yang sok bossy, senioritas, sewotan, moody, dsb. Tapi yang paling penting,


apakah kita sudah menjadi teman yang menyenangkan di kantor? :)



Solidaritas moklet yang diacungi jempol :)

Beberapa waktu lalu mincil abis jalan2 ke surabaya, dateng ke event reunian lewat wikusama cup. Sampai disana saya melepas rindu sama temen-temen yang udah lama ga ketemu (*sama pacar juga tepatnya) #uhukk..
Yang bikin saya terenyuh ternyata banyak temen-temen dari luar kota yang ikut berpartisipasi di acara ini, kita ga berharap untuk menang sih tapi keikutsertaan angkatanku cukup menggambarkan kalo angkatan ini masih solid B-) , meskipun sedih karena di angkatanku sudah mulai banyak menghilang karena punya urusan masing-masing, it's ok lah :* . Dan ternyata sekarang smk telkom sudah mencapai angakatan 20an, busyet sudah tua ternyata aku :'D

Kirain semuanya uda lupa sama mincil,kan jarang bersosialisasi sama temen2 angkatan, ini aja karena diijinin cuti sama kantor jadi bisa kumpul2, ngahahahaha.. Ternyata masih banyak yang inget, ya resiko artis itu dikenal (*tabok jidat) terus masih inget nama juga (alhamdulillah) :)), yang paling malesin kalau pertanyaannya menjurus ke kapan ka*** T_T. Sampai disana pun temen-temen yang baik hati dan suka menabung menawarkan tumpangan tidur, terima kasih sebanyak-banyaknya buat dian dan eni :*
Momen-momen kayak gini menurutku berharga banget, ga peduli berapapun biaya yang keluar, kalau ketemu temen lama itu priceless :)
Semoga silahturahmi ini selalu tersambung ya teman-teman, semakin solid, amin :*

Senin, 30 September 2013

Lingkaran sosial semakin menyempit?

Kok judulnya gitu amat sih? Iya mincil sedih setelah baca artikel di salah satu media digital :( . Katanya begitu memasuki dunia kerja, teman teman sepermainan akan menghilang satu persatu karena kesibukan masing-masing, hanya beberapa teman yang akan bertahan :(.
Setelah dipikir-pikir ya ada benernya juga sih, kebetulan mincil uda terpisah pulau sama temen-temen sekolah dulu, ga pernah bertukar kabar tiba-tiba kasih undangan kawin ( duhhh kawin lagiii x3 ) . haha..
Memang dimana-mana tuh paling sulit mempertahankan, maksudnya mempertahankan komunikasi sama temen-temen, ketika lagi ketemuan trus jadwalnya bentrok terus, hauffff..



Yang perlu diinget setiap kita lagi dalam keadaan seneng / gembira , jangan lupa selalu inget sahabat-sahabat kita yang lagi susah. Meskipun ga bisa selalu hadir, siapin kedua telinga kita untuk mendengar keluh kesah mereka, diademin emosi mereka, ajak mereka berfikir jernih untuk bisa move on. Karena sahabat-sahabat kita sebenernya butuh dukungan, cheeerss :D

Minggu, 29 September 2013

Renungan itu (ternyata) perlu!

Setiap pagi di kantor mincil ada semacam briefing, jadi sebelum memulai kerja seluruh karyawan kumpul, ada yang bagian memberikan materi dan info-info produk apa aja yang baru di kantor. Pertama2 sih bingung ngapain ada briefing beginian, berpikir kalo wasting time aja, mana capek berdiri, dannnn segerundelan lain yang bikin bete. Lama kelamaan mincil selalu dapet wejangan-wejangan dari materi-meteri beberapa karyawan disini, ada pelajaran-pelajaran hidup yang jarang mincil dapet, bonusnya lagi mincil juga tau kabar kabar penting, entah itu keuangan, hrd, marketing, dsb. Penting lo kita tau permasalahan apa aja yang ada di kantor kita, meskipun ga bisa ngasih solusi sih,hihihi tapi seengganya kita belajar sesuatu yang baru :D

Balik ke kehidupan kita masing2, sebenernya kita perlu ambil waktu buat merenung beberapa menit aja, hal-hal apa aja yang belum kita lakuin, atau yang udah kita lakuin, uda seberapa banyak kita memberi di kehidupan orang lain.



Satu lagi, kita perlu lah peduli dengan permasalahan-permasalahan di lingkungan sekitar, karena kita hidup di lingkungan sosial, ga bisa hidup sendiri. Semakin sering kita berempati terhadap lingkungan sekitar, ada kepuasan batin yang rasanya ga bisa terbayar dengan harga berapapun. Ouch!

Apa alasan (kamu) menikah?

" Mrs. yy invited you to her event Pernikahan Mrs. yy and Mr. uu"

Beberapa notifikasi di socmed masuk bunyinya seperti di atas, waw tahun ini emang temen2 seangkatan mincil uda banyak yang melepas lajang, ya namanya juga uda jalan hidup mereka *napasdalemdalem. Sekarang lagi baca buku bagus nih judulnya "Jodoh Dunia Akhirat" ditulis sama @canunkamil dan @fufuelmart diterbitin sama penerbit Mizan harganya Rp. 69.000 (buset lengkap amat xD), nih contoh covernya :


Sekilas buku ini tuh bikin mata mincil melirik untuk kedua kalinya, ya maklum lah mincil kan masih Abege jadi penasaran sama hal beginian,hehe.. Cover yang menarik,halaman belakang cover yang bikin mincil makin penasaran lagi akhirnya ambil aja buku ini. Dan baru membuka beberapa halaman saja udah bikin mincil tercengang :|. Harus mincil akui, klo remaja sekarang tuh udah pada ngebet kawin semua, tiap mincil silahturahmi sama temen2 yang dibahas ya kawin ( klo mincil sih kadang aja kok :P ). Dan mau review sedikiiiit dari buku ini yang membuat mincil mengoreksi lagi apa alasan (pengen) kawin,hehehe.. Yuk cekidot apa alasan (kamu) menikah :

  1. Tidakkah Anda sudah terlalu merasa bosan hidup sendiri?
  2. Tidakkah Anda sebenarnya ingin kabur dari rumah?
  3. Tidakkah Anda panas terhasut euforia menikah?
  4. Tidakkah Anda memelihara rasa iri terhadap yang sudah menikah?
  5. Tidakkah Anda menjadikan pernikahan urusan menang dan kalah?
  6. Tidakkah terlanjur cinta kepada makhluk yang lebih mendorong untuk menikah?
Nah kira-kira ada ga salah satu atau lebih alasan kalian di atas? Perlu direnungkan lagi ternyata ini semua kurang baik dijadikan alasan dan tentu tidak sepenuhnya salah, ya kan nikah niat yang baik #ngeles :p.
Yuk berproses, jernihkan kembali niat menikahnya, agar Allah semakin pantaskan kita untuk segera menikah, AMIN YA ALLAH..



Sabtu, 28 September 2013

DUNIA KERJA ITU KEJAM

Haaaaaaaaiii :)
Lihat judulnya saja sudah menyeramkan ya, hihi.. Tetapi sadar atau engga sebenarnya kenyataannya seperti itu, tinggal bagaimana kita menghadapinya. Ada yang sabar karena rasa sayangnya sama keluarga (ciee ciee) jadi tetep banting tulang bagaimanapun kondisinya. Memang seharusnya seperti itu sih, ga ada jalan hidup yang lurus2 aja, di dunia kerja kita tuh sering mengalami yang namanya penolakan, penghianatan, ditusuk dari belakang (aw aw aw), atau apa yang saya alami yaitu rasis, hehehe..
Yang terpenting menurut mincil itu "attitude" sih, mulai sma saya digembleng kalau attitude itu sangat amat penting banget, dan baru kerasa waktu di dunia kerja. Mincil uda beberapa kali masuk keluar perusahaan, ya mungkin masih labil kali ya,hehehe.. Banyak pelajaran yang aq dapet lo, aq ceritain satu2 ya :
  1. Di perusahaan mincil pertama kerja, penempatan di Jakarta booookk, dan saya akuin kalau "Ibukota lebih jahat dari ibu tiri" hikss.. Sebenernya lingkungan kantor enak sih, meskipun temen2 cowok semua (nasib jadi kuli komputer) :|, tp lingkungan tempat tinggal yang bikin ga nyaman, mulai makanan yg mahal dan HAMBAR, sering digodain bule2 kere di jalan jaksa, airnya yang kuning, oh GOD harus mincil akuin klo mentalku mental tempe,ahihihi xD
  2. Next akhirnya cari2 yang di bandung aja, ya bandung kan kota fashion yee jadi jatuhnya di garment,alhamdulillah mincil nyaman disini, dapet temen banyak, tapi yang bikin mincil sedih, mincil diperlakukan rasis disini. Karena emang bukan orang sunda, tapi perlakuan mereka bikin mincil sakit hati terus. setelah dipikir2 ulang mincil sambil nyari2 perusahaan lain lagi aja. Menurutku klo kita ga nyaman dengan sesuatu dan kita ga bisa merubahnya ya buat apa dilanjutin (buset kayak orang pacaran aje -_-)
  3. Nah ini yang sampe sekarang masih mincil huni kantornya,hahaha.. Di tempat ini sebenernya uda 2 kali pindah jabatan (forgive me ._.v ). Disini udah sering diomongin dari belakang, padahal di depan ane mereka baik2, dudududuh #garuk2bibir. 
Ga semua dunia kerja itu kejam menurut mincil, karena kejam itu relatif sih ya. Yang penting attitude kita, kalau dijahatin orang saranku sih ga usah bales dendam lah, serahin semua sama Allah, apa yang kita tuai itu apa yang kita tanam,hehe be wise :*