Senin, 11 November 2013

Ternyata alasan resign itu (bukan) gaji

Seorang teman saya baru saja resign dari pekerjaannya. Saya tanya kenapa dia keluar, karena setahu saya ia suka dengan bidang pekerjaan itu. “Enggak tahan gue. Gaulnya enggak asyik.” Saya masih mengejarnya dengan pertanyaan lanjutan. “Cuma karena itu?” Sambil mendelik dia menjawab dengan nada nyolot. “Please deh. Satu alasan itu aja bagi gue udah lebih dari cukup.” 


Sekilas mincil kaget, cuma menganga mendengarkan cerita temen. Terlintas pikiran "padahal gaji lumayan cuma gara-gara temen jadi resign?Aneh". 

Setelah merenung, berpikir lama dan flashback kejadian-kejadian mincil keluar masuk perusahaan. Ternyata pertemanan itu penting, termasuk dalam bekerja. Mungkin kita lebih banyak bergaul dengan teman kantor ketimbang bertemu saudara, teman sekolah, apalagi tetangga. Dan itu berpengaruh terhadap kinerja di perusahaan, entah itu berdampak kecil ataupun berdampak besar. 
Kadang kita males berurusan dengan teman yang sok bossy, senioritas, sewotan, moody, dsb. Tapi yang paling penting,


apakah kita sudah menjadi teman yang menyenangkan di kantor? :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar