Minggu, 24 November 2013

Kebahagiaan itu (tidak) identik dengan nyaman

Judul di atas itu dilontarkan berkali-kali oleh pak bos. Saya sama sekali belum ngeh maksudnya gimana, lebih tepatnya ga setuju sih :P.
Tapi kali ini mincil harus bilang setuju kalau pernyataan itu BENAR. Kenapa? Mincil cerita panjang dulu yaaa (tarik napassss...). Seminggu yang lalu mincil outbound (body rafting) ke daerah cijulang namanya Green Canyon. Pertama diajakin sih pasti bisa mincil taklukin lah, ane kan pinter renang #sokbanget. Pas mau hari H, hujan terus mengguyur nih sampe deg2an bakal jadi ga ya :s, dan mincil masih tenang-tenang aja justru malah ketawain ulah bapak-bapak yang bingung bagaimana cara menyelamatkan diri karena rata-rata ga bisa renang (poor youu..ups) #peace :p
Tapi sesampainya disana, wah pake ada drama dibatalin lagi karena cuaca buruk, ya udahlah pasrah seketika di TKP. Esoknya si pemandu memberi kabar gembira kalau bisa digunakan body rafting, horeeeeeee ^.^/
Ternyata setelah cekidot tkp, aduh ampun deh kemakan omongan sendiri, arusnya deres banget uda termasuk arus liar. Sesuai dengan namanya body rafting, jadi ceritanya mincil hanyut karena badan yang ga berbanding lurus dengan arus :'|. Sakit semua?IYA! Tapi jujur mincil bahagia banget karena menantang adrenaline, jadi setelah dipikir-pikir memang bener "kebahagiaan itu identik dengan nyaman".

Contoh yang lain lagi itu ketika mincil dicurhatin sama orang yang bertepuk sebelah tangan *auhh.. Jadi ketika kita sayang sama orang terus ternyata orang itu bahagia sama orang lain, nyaman ga? YA ENGGA! Ya seperti itulah gambarannya, semua punya pilihan jalannya sendiri, kebanyakan orang-orang pilih aman di zona nyamannya sendiri, kalau kamu?

Rabu, 20 November 2013

Keep Positive


Akhir-akhir ini mincil lagi dalam kondisi yang demotivasi banget. Maunya dipendam tapi ga bisa, share ke sahabat-sahabat terdekat pun ga menyelesaikan masalah meskipun ada perasaan sedikit lega.
Dan di tengah ke-betean ini harus mempertahankan sikap baik dan manis, minimal tidak menuruti emosi jiwa yang bisa berakhir ‘bencana’, sementara ‘dunia’ menuntut selalu dalam kondisi ‘up’.
Banyaknya pekerjaan memang sedikit menolong ketika dalam keadaan seperti ini, karena pikiran mincil uda terkuras habis buat kerjaan (*curcol) :P. Jadi pada saat seperti ini semangat mincil berkobar-kobar kala mentor memberi beberapa kerjaan (*mulai lebay) :'D
Salah satu yang banyak ‘menyelamatkan’ mincil dari pikiran negatif adalah lingkungan. Untungnya mincil banyak bertemu positive people. Tim kerja saya supportive. Mincil sendiri sebisa mungkin  memang menghindari negative people, seperti penggosip dan pengeluh kesah.  Mincil yakin,  kebaikan dan keresahan itu gampang menular. So ketimbang tertular virus 'jahat' saya tentu lebih memiih tertular virus 'baik'.  Mincil yakin kalian pun begitu, keep positive yak :*




Senin, 11 November 2013

Ternyata alasan resign itu (bukan) gaji

Seorang teman saya baru saja resign dari pekerjaannya. Saya tanya kenapa dia keluar, karena setahu saya ia suka dengan bidang pekerjaan itu. “Enggak tahan gue. Gaulnya enggak asyik.” Saya masih mengejarnya dengan pertanyaan lanjutan. “Cuma karena itu?” Sambil mendelik dia menjawab dengan nada nyolot. “Please deh. Satu alasan itu aja bagi gue udah lebih dari cukup.” 


Sekilas mincil kaget, cuma menganga mendengarkan cerita temen. Terlintas pikiran "padahal gaji lumayan cuma gara-gara temen jadi resign?Aneh". 

Setelah merenung, berpikir lama dan flashback kejadian-kejadian mincil keluar masuk perusahaan. Ternyata pertemanan itu penting, termasuk dalam bekerja. Mungkin kita lebih banyak bergaul dengan teman kantor ketimbang bertemu saudara, teman sekolah, apalagi tetangga. Dan itu berpengaruh terhadap kinerja di perusahaan, entah itu berdampak kecil ataupun berdampak besar. 
Kadang kita males berurusan dengan teman yang sok bossy, senioritas, sewotan, moody, dsb. Tapi yang paling penting,


apakah kita sudah menjadi teman yang menyenangkan di kantor? :)



Solidaritas moklet yang diacungi jempol :)

Beberapa waktu lalu mincil abis jalan2 ke surabaya, dateng ke event reunian lewat wikusama cup. Sampai disana saya melepas rindu sama temen-temen yang udah lama ga ketemu (*sama pacar juga tepatnya) #uhukk..
Yang bikin saya terenyuh ternyata banyak temen-temen dari luar kota yang ikut berpartisipasi di acara ini, kita ga berharap untuk menang sih tapi keikutsertaan angkatanku cukup menggambarkan kalo angkatan ini masih solid B-) , meskipun sedih karena di angkatanku sudah mulai banyak menghilang karena punya urusan masing-masing, it's ok lah :* . Dan ternyata sekarang smk telkom sudah mencapai angakatan 20an, busyet sudah tua ternyata aku :'D

Kirain semuanya uda lupa sama mincil,kan jarang bersosialisasi sama temen2 angkatan, ini aja karena diijinin cuti sama kantor jadi bisa kumpul2, ngahahahaha.. Ternyata masih banyak yang inget, ya resiko artis itu dikenal (*tabok jidat) terus masih inget nama juga (alhamdulillah) :)), yang paling malesin kalau pertanyaannya menjurus ke kapan ka*** T_T. Sampai disana pun temen-temen yang baik hati dan suka menabung menawarkan tumpangan tidur, terima kasih sebanyak-banyaknya buat dian dan eni :*
Momen-momen kayak gini menurutku berharga banget, ga peduli berapapun biaya yang keluar, kalau ketemu temen lama itu priceless :)
Semoga silahturahmi ini selalu tersambung ya teman-teman, semakin solid, amin :*